awardee-admin/ August 13, 2019/ KISAH AWARDEE/ 0 comments

MENYALAKAN HARAPAN KEDUA

Ana Puji Lestari (S2 Pendidikan Matematika 2019)

Keinginan ku untuk fokus mendalami ilmu pendidikan mulai terwujud melalui beasiswa bidikmisi. Aku bisa melanjutkan studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Matematika di Universitas Tadulako tahun 2011. Singkat cerita, aku mulai mengawali karir sebagai pengajar sejak tahun 2013 sebagai mentor privat matematika. Bulan Mei 2015, aku bersama teman-teman dari prodi pendidikan matematika, merintis sebuah lembaga kursus yang fokus di bidang matematika dan bahasa inggris.

Selain menjalani usaha bimbingan belajar, aku juga mengabdi sebagai guru matematika di MTs Negeri 3 Kota Palu mulai tahun 2016. Berbeda dengan teman-teman ku yang lain, beberapa di antara mereka ada yang memilih untuk lanjut studi S2. Sementara  aku,  belum terpikirkan untuk lanjut studi dan masih menikmati puzzle-puzzle aktivitas sebagai guru di madrasah dan lembaga kursus rintisan ku.

Seiring berjalannya waktu, mulai terbesit di benak ku melanjut studi S2 untuk lebih mendalami ilmu pendidikan matematika sekolah. Aku mulai mengumpulkan informasi dari beberapa website kampus pendidikan di Indonesia. Akhirnya, pilihan jatuh pada Universitas Negeri Malang (UM), setelah menemukan informasi di website resmi UM bahwa disana terdapat konsentrasi Pendidikan Matematika Sekolah. Selain itu, aku semakin yakin melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang  sejak bertemu dengan salah satu dosen UM yang pernah menjadi narasumber kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Matematika di Universitas Tadulako Palu tahun 2017. Hari itu, dalam hati ku bergumam “insya Allah aku akan bertemu beliau dan belajar lebih banyak lagi tentang penerbitan jurnal internasional”.

STATUS “TERTUNDA” SEBAGAI AWARDEE LPDP TAHUN 2017

Keputusan melanjutan studi merupakan perkara yang harus dipikirkan matang-matang. Bagi ku, bukan hanya sekedar untuk memperoleh gelar, namun lebih dari itu yakni keinginan untuk terus belajar dan bertumbuh.

Awal tahun 2017 aku berniat untuk melanjutkan studi S2, mulailah aku mencari informasi mengenai beasiswa LPDP. Mengunjungi website, mengunduh booklet hingga mencetak booklet tersebut untuk ku baca di sela-sela aktivitas ku. Salah satu jenis beasiswa yang memungkinkan untuk ku apply adalah beasiswa Afirmasi Bidikmisi. Aku menganggap bahwa ini adalah kesempatan besar ku setahun setelah lulus. Selanjutnya, aku mempersiapkan berkas sembari mendampingi siswi bimbinganku untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah di tingkat Provinsi.

1 April 2017, aku submit berkas di akun beasiswa LPDP. Alhamdulillah,  aku dinyatakan lolos seleksi administrasi dan lanjut ke tahap seleksi assesment online.

Selanjutnya,  aku mengikuti seleksi assesment online. Tes dilakukan secara online, sehingga setiap peserta dapat menggikuti tes di mana pun, yang penting terkoneksi internet dengan baik. Akhirnya tanggal 25 April aku menjalani seleksi assesment online. Seleksi ini hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu 24 jam.  Di hari yang sama, kota Palu sedang mengalami pemadaman listrik bergilir. Aku harus  mencari lokasi yang menyediakan genset agar bisa mendapat aliran listrik dan koneksi internet. Berbekal informasi jadwal pemadaman listrik, jam 10 pagi aku ke wilayah yang terjadwal tidak mengalami pemadaman listrik.  Akhirnya aku menemukan kafe yang menyediakan genset dan jaringan internet sehingga aku bisa melakukan  online assesment dengan mengisi 200 pertanyaan selama kurang lebih 1 jam. Perasaan ku tidak tenang ketika submit layar laptop ku berwarna putih dan tak satu pun ada informasi yang muncul terkait online assesment. Dan beberapa saat kemudian, lisrtik padam. Hari itu, aku benar-benar pasrah dengan hasilnya.

Ternyata, impian menjadi awardee LPDP di tahun 2017 harus tertunda setelah melihat hasil assesment online bahwa aku dinyatakan TIDAK LULUS.

Mengobati rasa kecewa ku saat itu, mulailah aku menyibukkan diri dengan memperluas pengabdian sebagai guru les matematika, mentor public speaking dan aktif di organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika tingkat madrasah. Hal tersebut aku lakukan agar bisa memperluas networking dengan rekan-rekan di luar lingkungan madrasah.

Tahun 2018 aku kembali menyalakan harapan untuk menjadi awardee LPDP. Kala itu aku merenung, ada niat yang harus diluruskan, ada pengabdian yang harus dilakukan dengan tulus, ada persiapan yang harus aku lakukan dengan matang.

Untuk meyakinkan niat melanjutkan studi, aku pun sempat konsultasi dengan kawan terbaik ku yang kini telah menjadi dosen. “kak, aku bingung, Aku mau sih kuliah tapi gak enak meninggalkan semua yang sudah aku jalani disini”. Beliau hanya menjawab ”aku menilai keinginan kuatmu adalah kuliah lagi, iya kan?”

Aku memang memiliki keinginan kuat agar masa depan aku tidak biasa. Termasuk dalam hal meningkatkan taraf pendidikan yang lebih tinggi. Bukan untuk sekedar memperoleh gelar tapi bagaimana agar aku benar-benar memperoleh ilmu sesuai kebutuhan agar bisa menjadi investasi dalam memperluas pengabdian ku di bidang pendidikan.

PERSIAPAN BERKAS ADMINISTRASI LPDP 2018

Dua minggu bergulat dengan essay, kemudian aku biarkan essay tersebut dan membacanya kembali beberapa waktu kemudian untuk direvisi. Aku menjadi seorang penulis sekaligus editor tulisan ku sendiri. Berbekal ilmu menulis essay yang ku peroleh dari blogwalking, mengikuti seminar kepenulisan dan booklet panduan penulisan essay LPDP, akhirnya aku mampu menyelesaikan essay dan rencana studi tidak lebih dari tiga minggu.

Selain essay, ada berkas lain yang perlu disiapkan seperti TOEFL, surat keterangan sehat dan bebas narkoba serta surat rekomendasi. Pada saat pendaftaran beasiswa memang kita harus berani berinvestasi. Alhamdulillah rezeki yang aku peroleh selama ini bisa menjadi modal bagi ku tanpa harus membebani kedua orangtua ku. Sehingga aku mampu membiayai kelengkapan berkas.

Setelah submit berkas, aku menunggu hasil seleksi administrasi sekitar sebulan lebih. Alhamdulillah aku dinyatakan lolos dan lanjut ke tahap seleksi berbasis Komputer.

JULI 2018 – PERJUANGAN DI TAHAP SELEKSI BERBASIS KOMPUTER

Aku menjalani aktivitas sebagai pengajar di madrasah, mentor olimpiade dan mentor privat dibarengi usaha untuk menempuh ujian berbasis komputer. Meskipun aktivitas yang begitu padat, aku selalu meluangkan waktu untuk mempersiapkan diri mengikuti tes. Tak jarang aku mendengar bisikan untuk berhenti dari aktivitas harian ku agar bisa fokus mendapatkan beasiswa . Namun, aku tidak ingin melakukan hal itu, justru aku ingin membuktikan bahwa kita bisa mengejar beasiswa tanpa harus meninggalkan rutinitas harian.

Aku membagi waktu agar bisa belajar dengan fokus untuk persipan tes. Mulai  jam 7 pagi hingga jam 8.30 malam aku bekerja . Kemudian,  pada malam harinya sebelum beristirahat, aku meluangkan waktu membaca artikel untuk persipan Leaderless Group Discussion. Pada waktu subuh, setelah salat aku belajar TPA sekitar 20 menit. Saat mulai lelah aku selalu ingat bahwa kalau usaha ku kali ini biasa saja, bagaimana nanti ketika aku benar-benar lanjut studi? Kondisi seperti ini sebagai ujian bagi ku, apakah aku benar-benar siap menjadi seorang mahasiswi lagi?

24 Juli 2018 aku mengikuti seleksi Berbasis Komputer (SBK) yang terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA), Soft Competency dan On The Spot Writing. Tes-nya menggunakan sistem CAT yang dilaksanakan di BKN Kanreg IV Makasar.

Hasil tes SBK diumumkan dua pekan berikutnya. Alhamdulillah, aku dinyatakan lolos dan lanjut ke tahap seleksi substansi.

PERJUANGAN SELEKSI SUBSTANSI

Berbagai persiapan tetap ku lakukan bersama rekan-rekan pejuang LPDP dari Palu. Bersama enam orang teman ku, kami melakukan simulasi Leaderless Group Discussion via aplikasi discord setiap malam. Kami mulai membahas satu per satu isu terkini yang ada di wilayah Indonesia baik di bidang pendidikan, sosial, budaya ekonomi,kesehatan, dan lain-lain. Selain itu, aku juga berusaha untuk mengumpulkan biaya transportasi keberangkatan tes substansi, mulai dari menjadi mentor bimbel, menjadi juri lomba mewarnai, dan job editing tulisan guru-guru di sekolah.

Rasa-rasanya masih mimpi bisa berada di lokasi seleksi substansi ini. Alhamdulillah aku sangat bersyukur, Allah SWT masih memberikan kesempatan bagi ku merasakan bagaimana berbicara dihadapan para interviewer LPDP.  Tahap pertama seleksi substansi ini adalah verifikasi berkas, Alhamdulillah berkas ku terverifikasi dan aku berhak mengikuti LGD dan Wawancara. Pada Pkl. 13:45 aku mengikuti tes LGD, kali itu aku mendapatkan tema mengenai vaksin MR dan kaitannya dengan bonus demografi. Tema ini sempat ku baca dan memang sedang menjadi isu hangat yang diperbincangkan di sekolah. Sehingga, aku punya bekal pengetahuan yang cukup untuk mengemukakan pendapat saat LGD. Tahap berikutnya adalah interview. Namaku terjadwal pada pukul 15:00.

Selama hampir satu jam, aku diwawancarai mengenai kesiapan studi, nasionalisme, dan kontribusi yang telah aku lakukan. Alhamdulillah, pertanyaan demi pertanyaan mampu ku jawab. Meskipun setelah wawancara ada sedikit keraguan dalam hati apakah jawaban aku tadi sudah pas? Aku hanya percaya bahwa Allah SWT sudah punya rencana terbaik untuk ku.

Pengumuman hasil seleksi substansi yang seharusnya dijadwalkan pada 14 September 2018 harus diundur pada 20 September 2018. Lumayan dibuat penasaran dengan hasilnya selama enam hari. Aku hanya bisa berdoa’a agar diberi ketenangan hati saat menerima hasilnya.

Pkl. 20:15 aku membuka akun untuk melihat hasilnya, alhamdulillah aku dinyatakan lolos seleksi substansi.

PERSIAPAN KEBERANGKATAN (PK)

Setelah dinyatakan lolos seleksi, perjuangan ku masih harus berlanjut untuk bisa mendapatkan LoA kampus tujuan di Universitas Negeri Malang. Sebelum itu, ada beberapa tahapan lagi yang harus aku lalui agar bisa menjadi 100% awardee LPDP yakni Persiapan Keberangkatan (PK) dan Pengayaan Bahasa (PB).

Delapan hari setelah pengumuman, aku mendapat ujian dari Allah SWT, bumi berguncang di tanah tadulako. Dahsyatnya gempa 7.4 SR di Palu, Sigi dan Donggala mengejutkan dunia di tanggal 28 September 2018. Hari itu aku benar-benar merasakan jadi korban bencana seperti yang sebelumnya hanya ku lihat di televisi.

Pasca gempa 7.4 SR aktivitas warga Kota Palu benar-benar lumpuh.  Dan aku masih merasa berada dalam mimpi. Hingga H+2 aku hanya ingin bersama keluarga. Aku belum berani menyalakan HP. Mengingat kondisi baterai yang sangat minim dan belum ada aliran listrik. Tanggal 2 Oktober 2018 aku mengaktifkan HP, lumayan ada sedikit sinyal yang masuk . SMS pertama yang ku terima itu dari teman yang mengabarkan dirinya selamat dari bencana sekaligus menginformasikan kepada ku untuk membuka email  karena ada info terkait PK.

Bagaimana mungkin aku bisa membuka email, sementara jaringan internet di rumah terputus. Kali itu aku benar-benar pasrah dan tidak ingin memikirkan PK. Gempa yang maha dahsyat itu berhasil membuat aku tidak ingin melakukan aktivitas apapun.

Namun, keesokan harinya aku berubah pikiran.

Aku sudah berani mendaftar, berupaya untuk lolos, dan Tuhan sudah memberikan jalan untuk ku bisa menjadi awardee tahun ini. Aku terus menguatkan pikiran, mungkin di luar sana ada banyak yang ingin bertukar  posisi dengan ku. Harus Bangkit!! Makanya aku bergegas untuk mencari tahu isi email terkait PK.

Sudah hampir seminggu, hidup tanpa aliran listrik, jaringan internet juga terputus, BBM langka. Aku berpikir keras kira-kira bagaimana caranya supaya bisa melihat isi pesan di email.

Bandara adalah satu-satunya lokasi yang ada dibenakku agar bisa  mendapat aliran listrik dan jaringan internet. Kebetulan jarak antara rumah dan Bandara hanya sekitar 3 KM,  lumayan bisa dijangkau.

Penerbangan domestik dari Palu dibuka pada tanggal 10 Oktober 2018. Perkiraan ku bisa mengikuti PK sesuai angkatan yang telah ditentukan. Akhirnya, Sabtu, 27 Oktober 2018 Pkl. 07:00 pagi aku berangkat dari Bandara Mutiara Sis-Aljufri menuju bandara Soekarno-Hatta untuk mengikuti PK di Wisma Hijau, Depok.

Agenda selanjutnya adalah Pengayaan Bahasa (PB). Selama enam bulan aku bakal mengikuti PB di Universitas Negeri Malang. Aku merasa beruntung, karena lokasi PB ini merupakan kampus tujuan ku sehingga aku bisa beradaptasi lebih dulu dengan lingkungan kampus sebelum kuliah.

PB dimulai pada 25 Januari 2019, sembari mengikuti PB aku juga mempersiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi calon mahasiswa pascasarjana di Universitas Negeri Malang.

PERJUANGAN MASUK UM

Sekitar akhir Februari 2019 muncul informasi di website mengenai tes masuk UM. Ada beberapa berkas yang harus aku penuhi salah satunya adalah sertifikat kemampuan bahasa inggris. Berdasarkan informasi yang beredar bahwa English Proficiency Test (EPT) dari Pusat Bahasa UM dapat digunakan untuk mendaftar. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti tes EPT pada hari Sabtu, 23 Maret 2019 di Balai Bahasa UM. Sekitar pukul. 01:00 dini hari, asam lambungku naik. Aku merasakan kesakitan yang parah, dan memang aku punya riwayat maag. Untung saja aku punya persediaan obat, sembari berdoa semoga bisa sembuh besok pagi karena aku harus ikut tes EPT. Alhamdulillah, pukul 04:00 nyeri di lambung sudah hilang. Ini adalah kali pertama aku sakit dalam kondisi merantau. Tetap optimis bahwa aku mampu melewatinya. Akhirnya aku bersama seorang teman yang juga akan mendaftar di UM sama-sama mengikuti tes EPT.

Setelah mengikuti tes EPT, perasaanku tidak enak sepertinya hasil dari tes ini bakal lama keluarnya, sementara pendaftaran gelombang 1 akan ditutup 6 hari lagi. Mendengar kabar dari teman-teman bahwa salah satu lembaga kursus di Malang ini juga mengadakan EPT hari Minggu, aku putuskan untuk mengikuti tes tersebut. Hasilnya pun keluar sejam setelah mengikuti tes, Alhamdulillah skor ku bisa untuk mendaftar di gelombang 1. Perasaan  ku tenang, karena semua berkas sudah lengkap selanjutnya aku bisa melakukan pendaftaran pasca UM gelombang 1.

Di tengah kesibukan mengikuti PB, aku pun mempersiapkan diri untuk menghadapi tes yang akan ku hadapi pada tanggal 13 April 2019. Biasanya setelah PB, aku dan teman-teman singgah ke kafe untuk belajar bersama, bahkan pada waktu weekend kami juga meluangkan waktu untuk belajar bersama di kos. Ini merupakan bentuk ikhtiar kami agar bisa segera mendapatkan LoA. Sebab, ada perasaan belum tenang sebagai awardee LPDP kalau belum mendapatkan LoA. Aku dan teman-teman  tetap berusaha optimis dengan berusaha melakukan yang terbaik.

H-1 sebelum tes, aku berusaha untuk tetap tenang dan tidak banyak pikiran. Aku sudah tidak membuka buku lagi, otak perlu istirahat agar bisa bekerja optimal besok pagi.

Hari ujian pun tiba, berhubung jarak dari kos ke lokasi tes di pascasarjana UM lumayan dekat maka aku jalan kaki yang hanya ditempuh sekitar 5 menit saja.  Sebelum mengikuti tes aku menghubungi kedua orangtua ku untuk memohon doa restu dari mereka agar diberi kelancaran selama mengikuti ujian.

Ujian dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama kami mengerjakan soal tes kemampuan bahasa inggris dan tes kemampuan akademik. Kemudian di sesi kedua kami mengerjakan tes kemampuan bidang.

Sembari menanti hasil tes, aktivitas lainnya yang ku lakukan  selain mengikuti PB yakni mereview essay dan rencana studi beberapa  teman-teman yang akan mendaftar LPDP tahun 2019. Mereka berasal dari berbagai kalangan, teman kampus dan paling sering adalah pengunjung website pribadi ku. Padahal aku merasa belum 100% awardee, tapi tidak masalah. Boleh jadi ini adalah jalan untuk ku agar lebih bersemangat mendapatkan LoA. Ku pikir, ini merupakan wujud rasa syukur yang ku terjemahkan dalam bentuk pelayanan bagi teman-teman yang membutuhkan.

Kabar baik datang di tanggal 7 Mei 2019, aku dan teman-teman PB UM yang mengikuti tes gelombang 1 dinyatakan lolos seleksi mahasiswa baru pascasarjana UM. Alhamdulillah babak baru dimulai, harapan terbesar kami bisa menjalani studi dengan lancar.

Melalui tulisan ini aku ingin memberi pesan kepada para scholarship hunter agar terus semangat dalam berjuang meraih beasiswa. Gagal sekali bukan akhir dari segalanya, jangan trauma untuk mencoba nya lagi. Boleh jadi kesempatan terbaik mu ternyata ada di percobaan selanjutnya. Semangat J

Penulis: Ana Puji Lestari

Mahasiswi S2 Pendidikan Matematika

Universitas Negeri Malang

Email: email@anapujilestari.com

Website: http://anapujilestari.com

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*